Monday, August 24, 2015

Gangguan mood yang ekstrim pada kehamilan kedua

Hamil kedua saya, sehat bugar, tanpa mual, badan langsing, gagah, bisa kerja kesana kemari bahkan sampai luar kota, jauh berbeda dengan hamil pertama saya.
Tapi, ada tapinya loh hehe... Kehamilan kedua ini dari sisi mental lebih banyak cobaannya. Tanpa saya sadari ( ya sekarang-sekarang ini udah sadar sih) saya jadi orang yang amat sangat menyebalkan.



Saya bisa amat sangat happy lalu 5 menit kemudian ngomelin orang gak jelas dan menangis berikutnya. Gak jarang juga tiap suami lagi tur saya menangis semalaman nyaingin penyanyi audy.
Kenapa hal ini bisa terjadi? Wah, itu saya juga gak ngerti :))
Mungkin dari yang saya rasakan perubahan fluktuatif dan cenderung ekstrim ini disebabkan  kurang lebih karena hal berikut:
- Kehamilan dengan jarak yang lumayan dekat dengan kehamilan pertama.
- Lagi seneng-senengnya kerja tiba-tiba mau-gak-mau harus cuti.
- Ketakutan akan bertambah usia, semakin tua plus dengan 2 orang anak.
- Lingkungan yang berbeda, dalam artian "dari sekian banyak temen, yang hamil kok cuma gue doang"
- Ketakutan akan berakhirnya karir dll. Bahayips.

Sedihnya, saya kurang menyadari hal ini dari awal, ditambah dengan tidak semua orang yang saya banyak temui paham sepenuhnya tentang hal ini. Orang jadi males kan, saya merasa terabaikan dan sendirian. Terdengar dramatic ya, tapi nyatanya kondisi ini ada. 

Pernah, suatu malam. Mungkin salah satu puncak perubahan mood ekstrim saya. Disaat suami jauh di luar kota, seperti biasa saya hanya berdua dengan Lenonina, saya menangis tanpa henti mikirin karir dan keluarga sambil chatting dengan suami.

Suami saya paling tidak suka tau saya nangis, gak pernah sekalipun saya nangis trus istilahnya di ayem-ayemin, yang ada pasti dikasih petuah-petuah tegas yang kadang bikin saya tambah nangis.

Salah satu kalimat dari suami yang membuka hati dan pikiran saya saat itu adalah "Harusnya kita ini bersyukur, apa salahnya dengan berkeluarga, diberi rejeki anak yang nantinya akan jadi jalan kita untuk mencapai surga. Banyak orang diluar sana yang susah payah ingin punya momongan bahkan sampai menghabiskan harta bendanya. Karir untuk ibu itu seperti apa coba dipahami lagi, untuk apa ikut-ikutan nggoyo bekerja toh itu tugas suami bukan tugas istri. Karir ibu adalah kondisi anak dan rumah. Apakah sebagai ibu saya sudah mengatur keuangan dengan baik, sudahkah saya membekali anak dengan pengetahuan yg cukup, sudahkah rumah tertata rapi, bersih atau berantakan?"

(Hening....)


Kembali ke soal perubahan mood. Jadi, kalo udah merasa mood kurang bagus, fix it. Bukan dengan bantuan siapapun tapi dari diri sendiri. 

Akhirnya, di minggu yang ke 29 kehamilan ini saya memutuskan untuk off dari kegiatan modelling. Hal ini dirasa paling berat, tapi begitu melepaskannya saya merasa lega. Saya gak perlu terus menerus ngeselin orang kan. Toh nanti abis lahiran kalo sudah siap pun bisa kembali aktif. Karir modelling saya sudah dimulai sejak 11 tahun yang lalu, bukan waktu yang singkat, saya percaya masih ada banyak jalan untuk terus bisa mengembangkannya. Hanya saja sekarang harus berhenti dl.

Sekarang saya banyak menghabiskan waktu bersama Lenonina, saya juga beruntung bergabung dengan grup yang rata-rata mempunyai  balita, ada yang sedang hamil juga, jadi bisa sharing macem-macem. Termasuk tentang perubahan mood ekstrim ini yang ternyata gak cuma saya yang mengalaminya :))
Di sisi lain masih banyak kegiatan yang bisa dilakukan, masih bisa nyiapin koleksi baru untuk brand, nyiapin pindahan rumah, masih bisa aktif di social media dan banyak menulis untuk blog. Alhamdulillah... :))

Wow, panjang juga ya.. Untuk yang sedang hamil, terutama hamil kedua, berikut kita bisa menarik kesimpulan:
- Hamil kedua itu kadang terasa lebih berat karena lebih mudah lelah, sakit-sakit punggung bisa mulai dirasa di trimester kedua.
- Ketakutan akan menjadi tua itu wajar, justru bagus karena kita bisa belajar growing old gracefully (ini metik kalimat dr temen), bukannya makin tua malah norak dan gak peduli dgn keluarganya.
- Pandai-pandailah memilih pergaulan.
- Jangan pernah takut akan karir. Rejeki sudah diatur oleh Allah, pasrahkan segala sesuatunya kepada Allah.
- Nurut sama suami. 
- Fokuslah ke kehamilan, perhatikan gizi dan pola makan. 
- Manfaatkan waktu untuk lebih banyak bersama anak.
- Berdoa berdoa dan berdoa...
Untuk teman-teman dan keluarga yang kena imbas dari saya yang lagi nyebelin ini, maafin dan mohon pengertiannya ya hehe...




No comments:

Post a Comment