Tuesday, March 15, 2016

Penting, kenali siapa yang ikut membantu mengasuh anak kita.

Minggu lalu, saya pergi ke Solo atas undangan dari Hijabers Mom Community Solo Raya untuk sharing tentang bisnis online. 
Saya sudah mempersiapkan keperluan anak-anak jauh hari sebelumnya, terutama untuk kebutuhan asi Jaggira, minimal saya harus menyediakan 30 botol asip untuk pergi 2 hari.

Dua hari sebelum pergi, saya melihat si mbaknya Lenon flu, saya membelikan obat dan menyuruhnya memakai masker agar tidak menular. Pas sebelum pergi, saya sekilas melihat kondisi si mbak udah baikan. 

Begitu saya sudah kembali dari Solo, suami saya bilang, "Bu Lenon batuk, dan Jaggi juga kayaknya mulai batuk." 
Saya liat emang Lenon batuk tapi Jaggi sehat-sehat aja, sedangkan si mbaknya Lenon batuk juga. Saya berkesimpulan kalo Lenon batuk karena ketularan si mbak
Pagi harinya si mbak bilang gak kuat kerja dan dia muntah darah, saya kaget banget. Saya langsung siap-siap membawa dia ke RS tapi dia gak mau, minta pulang kampung aja. Akhirnya saya ijinin si mbak untuk pulang kampung. Baru setelah dia pulang saya mendapat kabar kalo dia itu mengidap TBC, saya kaget dong... kan TBC itu menular, saya langsung whats app ke Dr. Paulina (dokter anak-anak saya dari RS Limijati):

"sore dok, 
mau tanya Lenon batuk lagi ketularan nanny nya, nanny nya sakit TBC ternyata, apakah itu bahaya dan nular?
ini lenon mau aku bawa ke limijati tapi dia bobo jadi mungkin besok baru kesana."

"Sore. Apa sudah positif TBC? TBC memang bisa menular. Kalau memang sudah positif TBC, baiknya lenon dan jaggira dibawa, supaya bs diperiksa apa sudah tertular atau belum."

Siang tadi saya membawa Lenon dan Jaggira periksa ke Dr. Paulina di RS Limijati, Dr Paulina  mengobservasi seputar sudah berapa lama si mbak kerja, megang apa aja dll.
Dr Paulina bilang kalo sampai batuk dan mengeluarkan darah virus yang dibawa si mbak itu ganas, jadi baiknya Jaggi dan Lenon menjalani tes Mantoux / tuberculin (tuberculin skin test).

tes Mantoux / tuberculin (tuberculin skin test) merupakan alat diagnostik yang sampai saat ini mempunyai sensitivitas dan spesifisitas cukup tinggi untuk mendiagnosis adanya infeksi tuberkulosis. 

Test mantoux adalah suatu cara yang digunakan untuk mendiagnosis TBC. Tes mantoux itu dilakukan dengan menyuntikan suatu protein yang berasal dari kuman TBC sebanyak 0,1 ml dengan jarum kecil di bawah lapisan atas kulit lengan bawah kiri.

Bagaimana Cara Penggunaan Tes Mantoux / Tuberculin ?
Lokasi penyuntikan tes mantoux umumnya adalah pertengahan bagian atas, lengan bawah kiri bagian depan. Penyuntikan dilakukan intrakutan (ke dalam kulit). Agar hasilnya akurat, penyuntikannya harus benar-benar teliti. Bahan yang dimasukkan harus dengan dosis tepat dan masuk sepenuhnya ke dalam kulit, bukan di bawah kulit. Kemudian, reaksi yang dihasilkan harus dibaca tepat waktu.
Untuk memastikan anak terinfeksi kuman TBC atau tidak, akan dilihat indurasinya setelah 48-72 jam. Indurasi ini ditandai dengan bentuk kemerahan dan benjolan yang muncul di area sekitar suntikan. Bila nilai indurasinya 0-4 mm, maka dinyatakan negatif. Bila 5-9 mm dinilai meragukan, sedangkan di atas 10 mm dinyatakan positif.
Setelah hasil Mantoux dinyatakan positif, anak sebaiknya diikutkan pada serangkaian pemeriksaan lainnya. Salah satunya adalah rontgen yang bertujuan mendeteksi TBC lebih detail lewat kondisi paru yang tergambar dalam foto rontgen dan dan tes darah. Tes mantoux dilakukan lebih dulu karena hasil rontgen tidak dapat diandalkan untuk menentukan adanya infeksi kuman TB. Bercak putih yang mungkin terlihat pada hasil foto bisa memiliki banyak penyebab. Anak yang sedang menderita batuk pilek pun kemungkinan memiliki bercak putih di paru. Jadi, tes Mantoux sangat perlu, tak cukup hanya rontgen paru. **klinikvaksinasi.com
Tangan Jaggira ditandai tempat suntikan Mantoux
Tanda tes mantoux pada tangan Lenon
Virus TBC itu ganas, anak bisa dengan mudah tertular walaupun anak tak terlihat sedang sakit.
Vaksin ini biayanya 275.000 kalo untuk 2 anak kan lumayan besar ya huhuhu.. Menyesal emang selalu datang belakangan, saya kurang teliti dalam memperkerjakan orang. Saya maklum mungkin si mbak juga pengetahuan tentang bahaya TBC juga kurang, kalo seandainya saya tahu dari awal mungkin bisa diantisipasi.
2 hari lagi saya kembali memeriksakan hasil tes Lenon dan Jaggira semoga hasilnya negatif yaa...
Saran untuk ibu-ibu, bagi yang ingin memperkerjakan ART atau baby sitter sebaiknya dicek dulu punya latar belakang penyakit apa, mencegah tetap lebih baik daripada mengobati kan.. 

Hug,
Dhatu Rembulan

1 comment:

  1. semoga hasil test negatif semua ya mom... syafakillah moga si kecil nya cm bapil dan cepet sembuh... punteun sblumnya mau ralat mom tbc itu akibat bakteri mycobacterium tuberculosis bukan virus...

    ReplyDelete