Saturday, July 29, 2017

Sentuhan Penuh Harapan


Salam,
Bosen nih nungguin Lenonina yang lagi sekolah dan Jaggira yang lagi ikutan toddler class, aku ngapain ya...
What, Jaggira udah ikutan toddler class aja, cepet banget ya udah gede!

Masih inget banget rasanya kayak baru kemaren ngelahirin Jaggira, setelah sebelumnya harus diinduksi dulu karena aku gak mules-mules huhuhu. Begitu lahir, denger tangisannya, trus Jaggira si bayi merah nempel di dada, itu rasanya subhanallah... begitu besar anugrah Allah yang diberikan padaku, melahirkan anakku yang kedua kalinya dengan selamat, menganugerahiku bayi mungil yang cantik.

Momen melahirkan, baik anak pertama maupun kedua adalah momen yang berharga di hidupku. Saat menyentuh bayiku untuk pertama kali, saat itu pula aku berjanji akan selalu memberikan kasih sayang yang tak terputus. 
Walaupun sama-sama perempuan, Lenonina dan Jaggira punya berbagai macam perbedaan. Dari sisi sifat dan bakat juga kondisi fisik terlihat menunjukkan banyak perbedaan. Salah satunya adalah kondisi kulit. Lenonina mempunyai jenis kulit yang normal, jarang sekali Lenon bermasalah dengan kulitnya. Lain halnya dengan Jaggira yang kulitnya sangat sensitif. Jaggira tidak bisa dimandikan dengan suhu air yang terlalu dingin maupun terlalu panas, suhu airnya harus pas sekitar 32 derajat celcius. Sabun dan shampoonya pun harus benar-benar mild, gentle dan free from fragrance, kalo hal ini sampai terlewat maka kulit Jaggira akan langsung keluar ruam-ruam kemerahan. 

Pernah nih ya, di usia 1 bulan, Jaggira mengalami ruam merah di seluruh badannya karena aku mengganti sabun dan tidak memakaikan lotion di badannya, sedih deh :( karenanya sampai sekarang aku selalu memberikan perhatian ekstra untuk kulit tidak hanya Jaggira tapi Lenonina juga. 

Aku baru tau kalo ternyata usia 28 hari pertama (neonatal) merupakan masa paling krusial dalam kehidupan seorang bayi. Data WHO 2015 menyebutkan, terdapat 70 ribu bayi di Indonesia meninggal sebelum menginjak usia 28 hari. Salah satu faktornya adalah kurangnya perhatian terhadap perawatan kulit bayi yang menyebabkan kondisi kulit bayi kering dan rentan terkena penyakit atau kuman.

Akupun mempercayai bahwa sentuhan bisa memberikan kebahagiaan, ketenangan, dan kenyamanan kepada bayi. Dengan perasaan bahagia dan nyaman itu, bayi bisa tumbuh dan berkembang lebih baik dan optimal dibandingkan bayi yang jarang mendapatkan sentuhan atau belaian dari orang tuanya. 
Pic: instagram @johnsonsbaby_id
Pic: instagram @johnsonsbaby_id
Manfaat dari sentuhan atau balaian untuk seorang bayi diantaranya:
· Sentuhan atau belaian orang tua mampu menstimulasi perkembangan bayi.
Salah satu bukti nyatanya adalah pada kasus bayi yang terlahir premature yang lebih membutuhkan banyak sentuhan, terutama dari orang tuanya. Dengan sentuhan tersebut, berat badan bayi premature akan meningkat lebih besar sekitar 47 % dibandingkan bayi premature yang tidak atau jarang mendapatkan sentuhan.
· Sentuhan dapat merangsang perkembangan otak bayi.
Salah satu sentuhan yang dapat kita berikan ke bayi contohnya adalah pijatan yang memang nyata memberikan manfaat positif bagi tumbuh kembang bayi.
           · Sentuhan juga memberikan pengaruh positif bagi perilaku bayi.
Berdasarkan beberapa studi ilmiah, bayi yang banyak diberikan sentuhan dan belaian akan lebih mudah dikontrol perilakunya. Bayi yang sering mendapatkan sentuhan juga akan tidur lebih nyenyak dan menjadi tidak rewel. Kita sering denger kan kalo bayi habis dipijat tidurnya akan lebih nyenyak. Masih ada lagi loh, sentuhan juga akan meningkatkan perhatian dan focus bayi dalam berinteraksi dengan orang sekitarnya.
· Sentuhan akan meningkatkan rasa percaya diri bayi.
Perasaan disayangi, dihargai dan diperhatikan membuat bayi merasa diterima di lingkungan sekitarnya sehingga nantinya akan semakin memupuk rasa percaya diri sang bayi.
· Sentuhan akan merangsang bayi mengenal indera perabanya.
Dengan memberikan sentuhan kita juga telah mengajarkan dan merangsang bayi untuk mengenali indera perabanya. Bekal pertama yang diperoleh bayi untuk mengasah indera perabanya adalah dengan memberikan sentuhan kepada bayi.
· Sentuhan akan semakin mendekatkan orang tua dengan anaknya.
Sentuhan berupa pijatan lembut yang diberikan kepada bayi setiap hari akan membuat bayi menjadi lebih dekat dengan orang tuanya. Ikatan (bonding) yang semakin dekat dan kuat tersebut akan membuat orang tua mampu lebih mengerti bahasa tubuh bayi. Orang tua juga akan lebih mudah membaca tanda-tanda (komunikasi) yang diberikan bayinya. Dengan komunikasi yang lebih baik tersebut, orang tua akan semakin paham dan mengerti apa yang dibutuhkan bayinya sehingga tumbuh kembang bayi akan menjadi semakin optimal.
Beberapa tips sentuhan dan pijatan sederhana yang dapat kita lakukan untuk anak-anak kita diantaranya:
·       Memijat saat dan setelah mandi,
·       Membelai kepalanya sambil membacakan buku,
·     Mencium sambil diajak bercanda, memberi pelukan sebelum tidur dan ketika kita akan bepergian tanpa mengajak anak. 
Hal diatas adalah hal-hal sederhana namun sangat berarti bagi tumbuh kembang anak-anak kita.
Melihat pentingnya pengetahuan untuk hal diatas, aku semangat banget untuk mendukung campaign “JOHNSON’S® Baby Sentuhan Penuh Harapan”, dengan menyebarluaskan pentingnya sentuhan ibu terhadap bayi melalui pijatan dan sentuhan saat mandi dan memijat, terutama selama masa neonatal. 
Cara ikutan campaign ini gampang banget, kita bisa mengajak para Ibu lain untuk berpartsipasi secara aktif untuk menyebarkan awareness tentang Sentuhan Penuh Harapan dengan cara: 
–  Menyebarluaskan pentingnya sentuhan Ibu melalui pijatan dan sentuhan saat mandi dan memijat melalui media sosial.
–  Berkontribusi dalam program pembelian Sentuhan Penuh Harapan, dimana JOHNSON’S® Baby menggandeng Alfamart dan Save the Children, memberikan para Ibu cara termudah bagi seluruh ibu untuk berpar5sipasi, yaitu dengan pembelian minimum Rp 25.000,- produk JOHNSON’S® Baby jenis apapun di seluruh gerai Alfamart di Indonesia, JOHNSON’S® Baby akan mendonasikan Rp 500,- ke Save the Children. 
Dengan mendukung campaign ini. berarti kita telah berkontribusi dan membantu berikan harapan bagi bayi yang kurang beruntung di Indonesia untuk hidup, tumbuh dan melihat dunia. 
Nah, semoga tulisan ini bermanfaat yaa.. Untuk informasi lebih lanjut tentang campaign ini, silakan cek akun media sosial resmi dari Johnson’s Baby yaitu @johnsonsbaby_id (Instagram), @JohnsonsBaby_ID (Twitter) dan https://www.facebook.com/JohnsonsBabyIndonesia (Facebook)” 

Wednesday, July 05, 2017

#dariasmenu Resep Horenzo Tahu Enoki

Hallo, sebelumnya selamat Lebaran ya semuanya...
Tunjuk tangan siapa yang masih berjuang ngarep-ngarep asisten rumah tangga bakalan dateng atau nggak nih :)
Alhamdulillah, kalo aku sendiri art udah datang, cuman mereka memang bantuin saya ngurus rumah aja, masih belum bisa masak hehe. Pengalaman sehabis mudik kemaren dirumah mager banget yaa.. makan pun tiap hari delivery, alhasil pengeluaran jadi besar banget bulan kemaren. Buat kembali menstabilkan ekonomi rumah tangga, aku kembali memasak untuk seisi rumah. Dan, karena banyak permintaan untuk share resep dari menu masakan sehari-hari keluarga Daria, aku memberanikan diri menuliskan artikel resep ini.
Sebelum memulai bahas resep, perlu digaris bawahi kalo aku bukan food blogger, bukan pula chef yang ahli, aku cuma ibu rumah tangga yang aslinya gak bisa masak, cuman harus masak demiiii berlangsungnya kehidupan rumah tangga yang sehat dan dinamis **apeu hahaha...


Horenzo

Enoki, buang bagian bawahnya dan cuci bersih
Tahu putih, lebih enak pake tahu sutra


Oke, resep kali ini adalah Horenzo Tahu Enoki. Kenapa resep ini, yang pasti karena gampang, dan ternyata dari direct message yang aku terima banyak yang belum tahu horenzo itu apa. Horenzo bisa dibeli di supermarket, kalo di bandung aku biasa beli di Setiabudhi Supermarket atau di Papaya. Horenzo dikenal juga dengan nama bayam jepang, aku suka banget karena rasa horenzo dibanding bayam biasa karena lebih segeeerrr..

Bahan:
1 Pack horenzo
2 Buah tahu putih
1 Bungkus kecil jamur enoki
1 Sendok teh saos tiram
4 Siung bawah putih, cincang
2 Siung bawang merah, cincang
Secukupnya garam
Secukupnya olive oil (minyak goreng biasa juga boleh)

Cara membuat:
1. Masukkan olive oil, tumis 2 bawang putih dan bawang merah. Tumis.
Masukkan horenzo, setelah layu beri sedikit garam (jangan terlalu asin).

2. Goreng tahu secara terpisah, setelah matang, taruh diatas horenzo yang sudah ditata cantik.

3. Tumis enoki dengan bawah putih, masukkan saos tiram dan beri sedikit garam, kemudian siram diatas tahu dan enoki.

Selamat menikmati, resep ini bisa disajikan untuk 3 orang, pendampingnya bisa pilih pangsit goreng, ikan goreng atau sesuai selera :)

Thursday, June 15, 2017

Introducing, Amalia Halal Beauty Cosmetics

Assalamualaikum..

Make up merupakan kebutuhan utama bagi para wanita, termasuk kita-kita ini. Ya nggak? 
Walaupun aku bukan tipe penggila dandan setiap hari tapi aku suka beli dan koleksi make up terutama lipstik, karena kadang aku butuh ber-makeup dengan tema atau color-tone tertentu untuk event, gathering, kondangan atau sekedar untuk tampil beda.

Dulu tiap beli makeup, aku gak terlalu mempedulikan perihal ke halal-an make up tersebut. Tapi setelah tau ilmunya, bahwasannya make-up yang tidak halal (terdapat kandungan hewani yang tidak halal ataupun alkohol) bisa merusak atau menyebabkan tidak sah-nya ibadah kita. Sedih ya... 

Sekarang, semakin banyak orang yang aware dengan ke halal-an make up ini pun jadi semakin banyak pula brand yang mengeluarkan produk kosmetik halal. Seperti yang baru aku temukan yaitu Amalia Halal Beauty Cosmetics. 

Sudah liat kan video Amalia Halal Beauty Cosmetics yang aku post di akun instagramku? Pas terima hampers berisi berbagai jenis lipstik dan bedak aku langsung jatuh cinta. Warna-warna lipstiknya sangat elegan. Warna-warna lipstiknya terinspirasi dari budaya Maroko yang classic dan elegan. Apalagi matte lip cream nya, teksturnya ringan, pigmented dan tidak membuat bibir kering. Compact powdernya juga ngeblend dengan kulit wajahku. Recomended deh pokoknya.
Buat yang penasaran dengan Amalia Halal Beauty Cosmetics bisa langsung follow akun instagramnya @amaliahalalbeauty dan kunjungi websitenya di www.amaliacosmetics.com atau untuk fast response bisa hubungi what's app nya di 081284922697.

Buat yang ini tampil cantik dan elegan selamat mencoba Amalia Halal Beauty Cosmetics ya... 





Wednesday, March 22, 2017

Laid Back LAYLA


LAYLA kembali lagi dengan koleksi terbaru, masih sama dengan konsep "laid back". Tapi kali ini kami lebih explore lagi untuk penggunaan material dan aplikasi untuk tiap artikel. Kunjungi instagram @laylalabel ya dan jangan lupa belanja :)

Ujian Socmed

Pernah ga ngerasain rasanya pengen jauh-jauh deh dari social media. Socmed orang-orangnya bikin pusing, disini lagi susah eh disana happy-happy.. hehe..
Saya sih pernah, entah kenapa kepikiran gitu sampai akhirnya ngeliat salah satu postingan quotes dari temen, lupa deh kalimat persisnya seperti apa yang jelas intinya bahwa tiap individu itu punya cara bersyukur dan hal untuk disyukuri yang berbeda. Pas baca quotes ini saya langsung bersyukur banget punya anak-anak sehat, suami yang baik, tempat tinggal yang layak dll. 

Memang ujian perempuan itu gak jauh-jauh dari materi dan gaya hidup. Apalagi sekarang ada social media, yang kadang bisa jadi tolak ukur untuk menilai seseorang, hiks :(
Kalo ada orang berpendapat "Si A ini pencitraan banget di socmed, aslinya gak gitu loh." Buat saya sih pencitraan sah-sah aja, apalagi kalo udah menyangkut branding, itu sih wajib. Cuman kadar dari pencitraan itu yang perlu diperhatiin. Kembali lagi kita harus tau diri kita itu seperti apa, pengen dilihat di social media seperti apa, apakah kira-kira peran kita di social media itu bermanfaat atau tidak, ini sih yang sering saya pikirin. Kalo saya sih pengen banget bisa menyebarkan hal-hal positif di socmed, gimana caranya terus bahagia biar nular ke orang-orang, pengen bisa sharing kalo seorang ibu rumah tangga itu walaupun banyak dirumah bukan berarti ga bisa berkarya. 

Happy itu nilainya gak dari materi aja kok, bersyukur setiap hari dan bersih-bersih deh dari hal yang banyak menimbulkan penyakit hati seperti iri, dengki, kebanyakan kepo, riya' dll. Yuk perbaiki amalan dan jadi individu yang lebih menyenangkan baik di dunia nyata maupun dunia maya. 

Salam,
@dhaturembulan

Friday, March 17, 2017

Enam bulan setelah tinggal di rumah baru

6 bulan setelah pindah ke rumah sendiri.
Rasanyaaaaaaaa.....

Sebelum menempati rumah sendiri, saya tinggal bersama Papa dan Mama mertua dengan 2 orang asisten rumah tangga. Enak gak tinggal sama mertua? enak banget sih buat aku, mertua saya alias orang tuanya Tria itu baik, santai, modern, religius tapi disiplin banget. Setelah pindah rumah sendiri, saya merasa kehilangan mereka, walaupun rumahnya masih sama-sama di Bandung. Kadang kangen makan malem yang selalu bareng satu meja makan sambil nonton NET TV, sinetron OK-JEK favorit aku dan mama hehehe. Kalo Tria lagi keluar kota pun jadi gak terlalu berasa kesepian.

Tapi kalo saya tinggal bersama orang tua terus, mungkin saya gak akan punya pengalaman hidup seperti yang sekarang saya alami. Rumah kami #CasaDariaa lokasinya sedikit jauh dari pusat kota, dan merupakan jalur daerah pariwisata, jadi udah pasti gak akan bisa keluar rumah saat weekend, libur nasional atau hari-hari dimana turis berdatangan. Keluar komplek aja udah macet, males duluan lah kalo pergi-pergi mending pas weekdays. Nah, karena alasan ini pula akhirnya saya memilih untuk banyak dirumah. Selain macet, kalo ga dianter suami ongkos ubernya mahal huhuhu.. *perhitungan mode on.

Banyak dirumah enak pasti ya, tidur-tiduran, makan, nonton... eh kata siapa?! 
Saya cuma punya 1 asisten rumah tangga, kerjaannya adalah nge-back-up urusan ngasuh anak. Jadi urusan anak masih full sama saya, cuman saya butuh teman buat gantian kalo mau mandi, sholat, makan dll. Semasa masih bareng mertua, urusan rumah kalo ada yang skip-skip pasti udah di handle sama mama, nah sekarang kalo saya ada yang lupa, yaudah deh, salah sendiri huhuhu... 

Pelajaran selama 6 bulan ini kira-kira seperti ini:
1. Jadi ibu harus sehat. Sehat jasmani rohani ya... rajin berdoa biar diberi kesabaran yang lebih.
2. Jadi ibu harus disiplin. Ketika ibu bangun siang, seisi rumah akan ketinggalan langkah.
3. Jadi ibu harus bisa multitasking.
4. Jadi ibu harus teliti.
5. Jadi ibu gak boleh males.
6. Jadi ibu harus happy.

Masih banyak point yang bisa disebut, tapi 6 aja deh. Itu aja susah loh :)
Untuk ibu-ibu diluar sana yang banyak menginspirasi saya, terimakasih yaaaa... terus menginspirasi, karena tanpa kalian mungkin saya gak akan sampai di titik ini.

Saturday, October 15, 2016

Happy Anniversary & Selamat Datang di dhaturembulan.com

By @ridwanmets

Assalamulaikum....
Haiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii...... 
Serius deh saya teriak "Hai" nya kenceng banget loh ini hehehe. Udah lama banget gak nge-blog. Gila ditinggal deh ama pembaca, hiks ;( jangan yaaa...
Kali ini saya ingin minta maaf karena jarang nge-blog, padahal udah banyak yang nanyain. Trus begitu nulis lagi eh alamat blog nya udah ganti. Yup bener banget, saya mengganti alamat blog saya dari www.tuan-nyonya.com menjadi www.dhaturembulan.com. Kenapa? Karena kalo dipikir-pikir tuan-nyonya nickname jaman dulu banget, jaman pacaran ala-ala hahahahaha. Sekarang kan udah ada Lenon, Jaggi, udah jadi keluarga Daria, masak masih tuan-nyonya aja. Nah tadinya saya pengen pake nama Daria di blog, cumaaaaannnn biar lebih gampang inget, orang lebih cepet notice, saya pake nama saya sendiri deh hehe *bilang aja narsis :)

Rencananya perubahan nama blog ini akan di launching pas tanggal 13 Oktober kemaren, bertepatan dengan anniversary saya dan suami, tapiii apa daya laptop saya baru pulang dari RS setelah tanggal 13. Ceritanya harddisk, charger dan isi laptop saya baru dikadoin dan diupgrade sama suami sebagai kado anniversary biar gak ngerecokin leptop dia hahahaha...

By the waaayyyy... Sekarang saya lagi banyak dirumah, ngerjain beberapa project social media, belajar masak, dan belajar gardening. Brand Layla Label dan yaomievada Shoes juga masih jalan. Minggu depan saya ada project untuk photoshoot di Padang bersama hijUp.com. Gak sabar banget nih karena saya belum pernah ke Padang, ke Sumatera cuma baru Medan aja. Perjalanan ke Padang nanti akan saya share di instagram ya seperti biasa. 

Nah, berikut ini foto saya dan suami pas tanggal 13 Oktober kemaren. Alhamdulillah, sudah 4 tahun berjalan. Sudah ada Lenonina, Jaggira, dan kami sudah menempati rumah baru.... Alhamdulillaaaahhhhhh banget...

Sampai jumpa di postingan berikutnya ya, kalo ada ide untuk materi post boleh loh di share ke saya. Email aja ke ask.dhaturembulan.com.

4 tahun pernikahan
Masih gak pernah romantis
Brunch di HolyRibs
Steak biar cepet gemukan
Apple Pie
Brownies