In healthy life

Lotion Untuk Perempuan Berhijab

Seneng ya bulan ini akhirnya turun hujan juga setelah musim kemarau berkepanjangan. Cuman meskipun udah musim hujan, dari pagi menuju siang cuaca masih panas banget, terasa sekali di daerah rumahku yang di dataran tinggi anginnya kering. Akibat cuaca yang tidak beraturan ini aku banyak mengeluh karena kulit wajah jadi kering, dan ternyata baru sadar gak cuman kulit wajah, kondisi kering ini berpengaruh juga pada rambut, bibir, dan badan. Padahal aku kan pake hijab ya, semua serba tertutup tapi karena kulit kering kerasa gaenak banget pas kena gesekan pakaian.

Tadinya aku cuek aja, tapi pas diperhatiin kok ada pagian yang sampe perih ya di lipatan2 seperti siku dan telapak tangan. Jujur sku termasuk orang yang males banget pake body lotion, males karena suka lama meresapnya dan kalo lengket suka malah berbekas di pakaian. Cuman karena aku udah merqasa gak nyaman dengan kondisi kulit badanku jadilah aku pake body lotion merek apa aja sih yang ada dirumah waktu itu. Dan bener kan, lengket, susah nyerap, kulit bukan jadi terhidrasi malah cuma jadi minyakan di baju, kesel gak sih?
Susah banget ya lotion hijab yang beneran hydrating tuh.

Pas aku browsing seputar perawatan kulit dan lotion yang cocok buat aku, sempet nemu artikel tentang bahaya kulit badan yang tidak terhidrasi dengan baik, diantaranya:

1. Kulit kering menyebabkan penampilan tidak menarik karena teksturnya menjadi kaku dan kenyal. Permukaannya jadi lebih kasar dan kusam.
2. Kulit terlihat lebih tua karena garis-garis kulit menjadi lebih kentara. Hal ini dikarenakan menghilangnya kekenyalan kulit sehingga menjadi berkeriput.
3. Kemampuan perlindungan kulit menurun sehingga kulit lebih sensitif terhadap zat penyebab alergi dan iritasi pada bahan kosmetik atau skincare. Orang yang alergi debu pun menjadi lebih rentan mengalami kelainan kulit dibandingkan dengan yang kulitnya lembap.
4. Kulit kering lebih rentan terhadap kuman karena pada kulit kering terdapat mikrolesi yang dapat menjadi pintu masuk bagi kuman. Akhirnya dapat meningkatkan risiko infeksi pada kulit.
5. Kulit yang kering rapuh akan luka dan lecet. Gesekan atau benturam ringan dapat menyebkan liuka yang lebih besar ketimbang kulit lembap.
6. Kulit kering cenderung mendatangkan rasa gatal. Hal ini disebabkan karena kulit kering mencetuskan reaksi peradangan pada kulit. Garukan pun akan memicu peradangan dan rasa gatal yang semakin hebat.
7. Kulit kering akan memperlama proses menghilangkan jerawat. Alhasil kulit semakin sensitif dan reaksi peradangan semakin hebat. Kemungkinan timbul jerawat lain justru semakin besar. 
Nah, pas udah bingung pake berbagai body lotion dan belum nemu yang cocok. Kemaren tanggal 11.11 kan halbolnas tuh, banyak banget e-commerce yang jual barang-barang promo. Aku iseng beli produk Natural Honey Hijab Hydra Fresh, jujur awalnya beli karena ada tulisan Hijab Hydra Fresh-nya ini sih, lotion khusus pengguna hijab, siapa tau ngebantu masalah aku kan. Begitu paket belanjaku nyampe, aku langsung cobain kan, wanginya enak banget guys asli. Trus ternyata teksturnya gel lotion gitu, dalam hitungan detik langsung menyerap ke kulit, gak lengket sama sekali dan kulitku beneran jadi lembab. Ini nih baru yang namya lotion untuk kulit kering


Ternyata yang bikin wanginya enak dan hydrating banget karena Natural Honey Hijab Hydra Fresh ini diformulasikan dari madu alami, dan mengandung UV protection juga yang melindungi dasi paparan sinar matahari dan mencerahkan kulit. Paket komplit deh. Oiya, jangan khawatir karena Natural Honey Hijab Hydra Fresh juga halal. Kalo kamu pengen beli, bisa cek-cek e-commerce favorite kamu atau langsung aja beli di supermarket udah ada kok. Kamu bisa pilih mau yang ukuran 100 ml atau 200 ml. Aku sih rekomendasiin beli dua-duanya karena yang ukuran kecil bisa kita simpen di tas, biasanya aku re-apply lotioan setelah kena air wudhu, prakti gak ribet sama sekali. 
Jadi temen-temen, gak mau dong kalo kulit kita gak terawat, ntar keliatan keriput loh. Saatnya kita lebih peduli dengan kesehatan kulit badan kita, jangan cuman wajah doang yang diperhatiin hehe. Pake Natural Honey Hijab Hydra Fresh sekarang juga.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In 1000 hari pertama detergent khusus bays sleek baby sleek baby laundry travel wash

Mencuci Baju Saat Liburan Bersama Anak

Happy New Year!

Alhamdulillah kita masih bisa diberi umur dan kesehatan untuk melalui tahun baru dengan hal-hal yang membahagiakan ya buibu. Diberi sehat, bisa berkumpul dengan keluarga, memeluk anak-anak setiap saat adalah berkah yang luar biasa. 
Awal 2019 aku diberikan hadiah yang luar biasa juga karena bisa menikmati liburan pergantian tahun di Bali, seneng deh, setelah biasanya tahun baru aku lewatkan dengan tidur cepat karena ditinggal suami kerja. Tahun ini sama sih, tahun baruan tidur cepet juga cuman bedanya ada suami dan anak-anak sekalian liburan.

Sebelum aku menceritakan pengalaman liburanku dari A sampai Z, aku mau berbagi pengalaman dulu soal gimana sih mengatur barang bawaan kita saat liburan keluarga terutama soal ngatur urusan baju. Coba ngaku siapa yang seringnya pulang liburan malah banyak ngeluh karena cucian banyak? Well, aku sih dulu sering gitu, dulu tapi yaa hehehe… Gimana gak bete kalo kita liburan 7 hari nih, berempat, otomatis itungan matematikanya nih baju kita 7 hari kali 4 orang kali 2 untuk siang dan malam, udah berapa tuh? Trus pas pulang kita ngangkut baju sebanyak itu untuk dicuci, yang bener aja haha. Mesin cuci dirumah gak akan muat menampung segitu banyak baju, belum lagi tempat jemur yang terbatas, mumet gak tuh buibu?

Jadi pas liburan kemaren aku ngakalin soal pemakaian baju terutama baju anak-anak nih yang harus sering ganti. Untuk liburan 7 hari aku cuma bawa baju secukupnya aja. Kalo kurang gimana? Sudah pasti kurang sih apalagi anak aku mainnya kotor-kotoran dan basah-basahan. Nah caranya, tiap 1 atau 2 hari aku nyuci baju anak-anak sendiri di hotel, bisa sih laundry aja tapi kan mahal ya, sabunyang dipakai di laundry jugabelum tentu cocok lagisama kulit anak-anak, jadi aku pilih untuk nyuci sendiri baju anak-anak. Tiap mereka habis main seharian, sore atau malem sebelum tidur aku cuci baju mereka. Nyucinya cukup di wastafel hotel, aku rendam sebentar kalo perlu, kucek sedikit lalu bilas dan keringkan. Aku pake detergen khusus bayi Sleek Baby Laundry Travel Wash, sengaja aku pilih Sleek Baby karena mereka punya kemasan khusus travel yang mudah dibawa dan gak takut tumpah atau bocor. Di tanganku Sleek Baby Laundry Travel Wash ini juga aman, gak bikin tangan kita jadi kering, justru sebaliknya lembut banget terasa seperti sabun bayi.

Ternyata nyuci baju anak-anak sendiri saat liburan keuntungannya gak hanya mengurangi barang bawaan aja, tapi juga gak bikin kita bawa pulang baju bernoda yang susah hilang. Biasanya baju kotor bernoda kalo udah didiemin 2 sampai 3 hari pasti susah hilangnya tuh, dengan mencuci pake Sleek Baby Laundry Travel Wash gak ada lagi baju anak-anak bernoda. Ibuk pulang liburan tinggal bawa sisa pakaian kotor saja untuk dicuci dirumah. 

Pass banget deh Sleek Baby Laundry Travel Wash ini, aman lagi karena diformulasikan khusus untuk kulit bayi dan akan-anak. Terbuat dari natural plant extract dan bebas paraben, wanginya gak menyengatpakaian juga jadi lembutdan pastinya kulit anak-anak bebas dari iritasi. Selain size untuk travel, Sleek Baby Laundry ini juga ada kemasan hariannya, cocok untuk mencuci pakaian anak-anak sehari hari. Jadi gimana nih buibu, next mau liburan berapa hari nih? 10 hari atau 2 minggu? Siapa takut..

Nah karena pengalaman nyuci baju di liburan kemaren itu, aku jadi kepikiran next kalo liburan mungkin akan milih nginep di serviced apartment, sewa rumah lewat Airbnb atau vila mungkin ya. Karena biasanya beberapa contoh properties di atas menyediakan mesin cuci. Atau at least, lebih luas dari sekedar kamar hotel jadi ada space yang bisa dipake untuk jemur baju anak-anak. 

Ini pembukaan dulu ya buibu, nanti dilanjutin cerita liburan kemaren. Ngaso dulu bentar haha. See you on the next post!






Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In personal life

Cerita Pak Tua, Si Anak Kecil dan Keledai

Masih ada benang merah dari artikel sebelumnya, ini adalah sebuah cerita. Bukan cerita baru sih, malam itu aku denger cerita ini dari suami, tapi pas googling juga ternyata cerita ini cukup popular. Buat yang belum pernah tau cerita ini, manga boleh dibaca:
____

Pada jaman dahulu kala, hiduplah seorang Pak tua bersama putranya di sebuah desa. Desa itu sudah lama kekeringan dan menjadi tandus, sehingga banyak dari penduduk desa yang pindah. Kehidupan mereka sangat miskin, hanya sebuah gubuk reot dan seekor keledai lah harta yang mereka miliki. Setiap hari mereka hanya mengandalkan keledai yang mereka miliki untuk bekerja. Sehingga suatu hari, diputuskanlah mereka akan pergi ke pekan raya di kota untuk menjual keledainya.

Seorang perempuan melihat mereka dan tertawa, “Kalian berjalan membawa keledai. mengapa kalian tak menungganginya? Kalian berdua benar-benar bodoh!” “Perempuan itu benar,” kata Pak tua kepada putranya, “Kita berdua sungguh bodoh.” Maka orang tua itu naik ke punggung keledai, dan anaknya berjalan mengikuti di belakangnya.

Tak berapa jauh beranjak, mereka berjumpa seorang perempuan tua. Begitu ia melihat orangtua itu menunggang keledai ia berseru kepadanya, “Hey, ini tidak benar. Kamu menunggang keledai dan membiarkan bocah kecil itu berjalan kaki di belakangmu.” “Benar juga. ada benarnya perkataan perempuan tua itu.” Tukas si Tua dan iapun segera melompat turun dari punggung si keledai lalu membiarkan putranya naik. “Nak, kamu saja yang naik keledainya, biar ayah yang jalan kaki sambil menuntun.”
Kemudian mereka melanjutkan perjalanan hingga mereka melihat seorang lelaki sedang bekerja di ladang yang berteriak: “oi oi, kau, anak muda berpikiran pendek anak semuda engkau menunggang keledai dengan enaknya dan membiarkan orang tua ini berjalan kaki.” “Ah, Tepat juga perkataannya,” ujar si kecil yang merasa malu kepada dirinya sendiri, “Aku betul-betul berpikiran pendek.” Segeralah ia melompat turun dari punggung keledai.
Si orangtua dan anaknya itu segera berdiskusi tentang bagaimana caranya membawa keledai mereka ke pekan raya di kota tanpa ada lagi orang yang mengkritik mereka. “Aku punya ide,” kata si Kecil, “kita berdua menunggang keledai itu, dengan demikian tak ada orang yang dapat berkata apapun.” “Ide yang bagus,” ucap ayahnya setuju, “Sungguh ide yang bagus. “Segera mereka berdua menunggangi keledai itu. “Apa! Kalian gila?” dua orang pejalan kaki berseru marah, “Lihat itu, dengan dua orang berada di atas punggungnya, tak lama lagi keledai itu akan mati kecapaian.” ”Masa keledai sekecil itu ditumpangi berdua. Orang macam apa mereka??”
Ketika si Tua dan anaknya mendengar seruan itu mereka merasa bersalah. Langsung saja mereka melompat dari atas keledai dan berkata, “Benar juga, kita berdua memang gila.” Kali ini mereka benar-benar kehilangan akal dan tak tahu harus berbuat apa. Tiba-tiba si anak berkata, “Aku punya ide! Bagaimana kalau kita yang memanggul keledai itu.” Pak Tua tersenyum mendengar nya dan berkata, “Ide yang bagus, Ide yang bagus.” Si Tua dan si Kecil segera memanggul keledai mereka dengan sebilah bambu dan membawanya ke pekan raya. Dalam perjalanan menuju pekan raya tubuh mereka berdua basah kuyup oleh keringat. Ketika sekelompok anak-anak melihat bagaimana kedua ayah anak membawa keledai itu, mereka semua tertawa terbahak-bahak. “Ha, Ha…., cepat sini lihat ini, dua orang ini tidak menunggangi keledainya, tapi justru keledainya yang menunggangi mereka. Itu benar-benar luar biasa. Ha, ha, ha…
______
Kalo cerita ini dipopulerkan sekarang mungkin judulnya bisa ditambah Pak Tua, Anak, Keledai dan Netizen ya hahahahaha… Hidup tidaklah mudah, apalagi ketika kita hidup memang tidak bisa sendiri, tinggal pun kita dikelilingi banyak orang. Omongan orang lain sering kali terasa membingungkan kita dalam mengambil keputusan. Kapan pun, dimanapun akan selalu ada orang yang menghakimi. Jika kita sudah mengambil keputusan yang kita rasa tepat dan terbaik, maka lakukanlah dengan kemantapan hati, karena kita tidak akan pernah bisa memuaskan semua orang. Wahana yanag menyenangkan saja bisa bikin orang marah ketika ngantrinya Panjang bukan? Hehe. Jadi, tenang aja… tetap fokus dengan apa yang sedang kita kerjakan.
Bukan berarti kita juga bukan orang yang terbuka lho ya, karena kita tetap butuh masukan untuk tindakan yang lebih baik. Lets make a better environment for ourselves and others.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In personal life

How To Deal With Judgement

Ketika mendapat izin dari suami untuk melakukan hal yang kita senangi, rasanya tuh bukan saja  menyenangkan tapi juga melegakan. Kemaren aku baru dari Jogja selama beberapa hari untuk sebuah event plus ngobatin kangen sama kuliner Jogja. Walaupun cuma sebentar tapi cukup, karena kalo kelamaan juga pasti aku ga kuat sih karena kangen sama anak-anak.

Sampai di rumah, kembali manjalani aktivitas seperti biasa. Minggu ini akan menjadi minggu yang panjang karena berbagai pekerjaan sudah menanti. Gakpapa, harus disyukuri.

Oiya, semalem seperti biasa aku ngelonin anak-anak, Lenon tidur di tempat tidurku karena dia demam, liat kakaknya bobo sama ibuk ya pasti Jaggira juga ikut bobo sama ibuk, jadilah kami tidur berempat empet-empetan hehe. Anak-anak tidur pulas, aku dan suami masih bangun dan aku membuka obrolan ringan. Aku tanya “Pak, kenapa orang being so judgemental? Kenapa ketika dia lagi sendirian orang bisa sangat baik dan ketika masuk dalam kelompok, individu ini cenderung jadi pribadi yang tidak menyenangkan?”
Lha, ini obrolan tadinya mau ringan kok jadi berat ya.

Pernah nggak sih dikritik orang karena terlalu sombong, judes, perfectionist, sensitive? Pernah banget. Sayangnya yang aku alami wujudnya bukan kritik atau saran tapi gossip hehe.
Ahhh digosipin mah biasa ya? Yakin biasa? Mungkin kejadian seperti ini gak hanya nimpa aku, di luar sana pasti banyak. Kira-kira orang yang digosipin akan merasa sakit hati gak?
Ketika kita bisa sampai menyakiti orang, apakah itu hal biasa?
Haduh, rasanya society is so harsh! Kenapa sih kita cepat dihakimi dan sering menghakimi orang?  

Coba kita bahas dulu kenapa kita punya judgemental attitude. (Source: Gogirl.id)

  1. Stereotip
Pandangan orang di sekitar kita akan sesuatu hal, budaya dan nilai-nilai yang kita anut bisa membuat kita cepat berprasangka terhadap seseorang dan menghakimi mereka. Stereotipe jarang sekali akurat, biasanya hanya memiliki sedikit dasar yang benar, atau bahkan sepenuhnya dikarang-karang.

2.    We judge things we don’t understand or know. 
Contoh, mungkin kita dibesarkan dalam budaya mengenal profesi seseorang ya sebatas sebagai pengusaha, dokter, dosen, pegawai bank dll. Begitu melihat pasangan yang suaminya katakanlah anak band langsung keluar komentar “Kok mau sih sama anak band, atau kok udah punya 2 anak masih saja main band” Ketika istrinya pergi jalan-jalan terucap komentar “Suaminya cuma anak band tapi istrinya jalan-jalan terus” hehehe… Ini cuma contoh ya gaes, jangan baper. Padahal realitanya kita tidak bisa hanya melihat dari kaca pembesar media social saja, bisa saja dibalik profesi sebenarnya mereka punya usaha lain, punya investasi, tabungan, yang sebenernya kita tidak tahu dan itu bukan urusan kita. Asalkan orang lain bahagia, kenapa kita harus menghakimi mereka karena kita tidak mengerti situasi atau cara pandang mereka yang berbeda?

3.    Menghakimi, dijadikan sarana untuk memenuhi hasrat dan kepuasan. 
Menurut Bapak, perilaku judgmental memang lebih sering terjadi ketika kita terlalu intens hidup berkelompok. Karena kelompok tersebut bisa dijadikan sarana untuk meluapkan hasrat dan kepuasan. Misal, di hubungan pertemanan. Satu sama lain akan berlomba untuk mempererat keakraban, ketika sudah berlebihan pasti akan ada dampak negative. Ketika ada kekecewaan pada hal yang sama maka mereka akan membentuk kelompok lain yang secara tidak langsung dijadikan sebagai sarana baru untuk memfasilitasi kekecewaannya tadi. Atau gampangnya begini, kita berkumpul, berkelompok karena kesamaan kita akan satu hal, yang jadi masalah adalah kalo kesamaanya misal: sama-sama gak suka sama satu hal/orang, kalo ketemuan ngomongin hal-hal yang gak disuka itu tadi. Jadi semuanya seakan-akan dicari informasinya, supaya kalo ngumpul jadi seru. Makin-makin deh, apa yang sebetulnya gak ada, jadi diada-adain supaya seru aja ngomonginnya. Yang keliatan sedikit di media sosial, misalnya, ditambah-tambahin sesuai dengan judgement kita sendiri, supaya makin seru dibahas.
Pembicaraan yang seharusnya untuk 2 orang juga seringkali keluar jalur jadi materi obrolan seru. Naudzubillah.

How to deal with judgement?
  1. Mengertilah bahwa semua orang memiliki cara pandang, nilai-nilai, lingkungan, dan cara didik yang berbeda, maka dari itulah mereka bisa memandang kita dengan beda atau menghakimi kita.

Walk a mile in my shoes, see what I see. Hear what I hear. Feel what I feel, then maybe you’ll understand why I do what I do, ‘till then don’t judge me.” Sonever assume anything. Be curious not judgmental, because judging a person does not define who they are. It defines who you are

2.             Embrace who we are
Makin kesini aku makin lebih bisa menerima diri aku sendiri. Semua sifat buruk dan baik yang aku punya. Aku nggak takut lagi orang memanfaatkan kekuranganku untuk menghakimi, karena aku tahu kalo aku bukan orang yang seburuk itu. Hal itu tidak akan membuatku membatasi diri untuk menyuarakan opini, untuk mengekspresikan diri, untuk mengejar dan melakukan hal-hal yang kita mau.

Karakter pribadi yang kuat dan baik, tidak akan mudah terbawa arus kelompoknya. Saat sendiri ataupun berkelompok, orang ini pasti tetap akan menjadi individu yang membawa kebaikan.

3.             Leave the situation
Kalo kita udah mencoba menjadi baik tapi masih juga menerima destructive judgement, cara yang terbaik adalah leave the situation and create limits in your relationship with that person.
Kehidupan sosial yang sehat bukan semata soal jumlah teman yang kita punya, bukan sekedar betapa kerennya geng yang kita punya, melainkan kita cukup perlu dikelilingi oleh orang yang penuh kasih, positif dan peduli tentang kebaikan kita.


Kita tahu, tidak ada satu orang pun yang ingin dipermalukan atau dihakimi, terutama untuk suatu hal yang tidak pernah mereka lakukan. Orang normal tidak akan bertahan berada di suatu komunitas yang berisikan orang yang berperilaku tidak memanusiakan manusia. Sayangnya dalam hidup, akan ada orang yang selalu menghakimi kita dengan buruk, kemanapun kita pergi. Maybe someday there will come a time when judgement no longer exists.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In family healthy life

Formula Asam Amino Untuk Mengatasi Anak Yang Alergi Susu Sapi



Walaupun anak-anak udah gak ada yang bayi lagi, sampai sekarang aku masih lho ngikutin berbagai akun tentang kehamilan dan pola asuh anak di media sosial. Kadang-kadang suka kebawa rasanya pengen hamil lagi hehehe.

Menurutku, masa mengurus baby dan toodler itu memang termasuk masa yang sulit, tapi ketika anak-anak udah mulai besar seperti sekarang, mengenang moment 2 tahun ke belakang rasanya indah. Dulu aku paling suka browsing dan gabung di forum yang banyak membahas tentang pola asuh anak, ASI dan makanan tambahannya. Maklum, dulu aku punya masalah denga ASI yang hanya sedikit dan ketika masuk waktunya MPASI jujur aku bingung sih, karena gak bisa masak. Tappi beruntung banget, lewat bantuan teman-teman dari media social dan informasi yang aku dapet dari banyak sumber, aku bisa melewati masa itu dengan baik.

Sekarang Lenonina sudah berumur 5 tahun dan Jaggira 3 tahun. Walaupun sudah bisa makan makanan seperti orang dewasa, aku masih sering memasak makanan khusus untuk mereka agar kebutuhan nutrisinya lebih terkontrol. Sampai saat ini pun, mereka juga masih minum susu. 

Ngobrolin soal susu, aku bersyukur anak-anakku tidak punya masalah dengan konsumsi susu. Setelah 1 tahun ASI ekslusif aku memberikan mereka susu formula sebagai tambahan. Sampai saat ini tidak ada keluhan apapun. Mereka tumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya.

Berbeda dengan yang dialami sahabatku Ajeng. Aku inget banget masa sulit saat dia lewati ketika hamil dan masa sulitnya menyusui untuk anaknya Lemoni. Awas jangan salah baca ya buibu, nama anakku dan anaknya Ajeng emang mirip, Lemon dan Lenon. 

Pengalamanku yang menyenangkan dalam memberikan susu tambahan untuk anak tidak dialami oleh temanku ini karena anaknya ternyata alergi susu sapi. Kok bisa? Awalnya aku juga gak abis pikir kok bisa anak alergi susu sapi, ternyata memang betul karena setiap Lemon diberi susu sapi alerginya langsung bereaksi seperti ruam kulit, kolik dan diare. Kasian deh dengernya.

Setelah konsultasi ke dokter, disarankan untuk tidak memberikan sembarang susu formula. Selain menyarankan untuk bertahan hingga selesai masa ASI eksklusif, apabila ingin memberikan susu tambahan, dokter menyarankan untuk mengganti susu ke susu formula yang tidak memicu reaksi alergi, sekaligus memenuhi nutrisi harian anak, formula ini adalah formula Asam Amino.

Apa sih Formula Asam Amino itu? Anak yang alergi protein susu sapi sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap satu atau lebih protein yang terkandung dalam susu sapi, sehingga ia tidak dapat mencerna protein utuh dalam susu sapi. Nah, pada formula asam amino, protein utuh ini sudah dipecah/diurai menjadi bentuk yang paling sederhana (yaitu asam amino) sehingga mudah dicerna dan tidak menimbulkan reaksi alergi.

Mengapa harus formula asam amino? Karena telah terbukti paling aman untuk bayi yang alergi protein susu sapi. Penelitian juga menemukan bahwa bayi dengan alergi protein susu sapi, gejala alerginya akan berkurang dan berat badannya akan bertambah jika diberikan formula asam amino. 

Nah, siapa yang masih maksain anaknya minum susu formula biasa sedangkan sudah mulai ada tanda reaksi alergi? Buat memastikan, ibu-ibu bisa cek alergi di link ini yaa…



Untuk susu dengan kandungan asam amino ini, banyak dokter di Indonesia merekomendasikan susu Neocate. Neocate Advance sebagai pelengkap rangkaian allergy careadalah nutrisi asam amino non alergenik yang bebas protein susu sapi, sehingga aman diberikan untuk anak yang masih mengalami alergi susu sapi. Diindikasikan juga untuk anak dengan berbagai alergi protein makanan (multiple food allergy) serta kondisi klinis lain yang memerlukan nutrisi asam amino sebagai asupan.

Dilengkapi dengan energi 1 kcal/ml dan kandungan MCT yang tinggi (35%) untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tumbuh kejar 4 pertumbuhan pada anak yang mengalami alergi, dan sesuai kebutuhan anak usia 1-12 tahun.

Browsing di internet sih di Indonesia ada 3 jenis, yaitu :
1.    Necocate LCP untuk 0-12 bulan.
2.    Neocate Spoon untuk 6 bulan keatas. Neocate spoon ini bukan susu tapi MPASI gitu, bentuknya seperti bubur.
3.    Neocate Advanced untuk 1-12 tahun.

Neocate ini bisa dibeli dimana? Banyak kok, bisa di apotek atau kalo yang suka beli online bisa juga memalui e-commerce kesayangan. Oiya, untuk menambah informasi seputar Allergy Care kita juga bisa bergabung di nutriclub.co.id. 

Tuh jadi panjang deh bahas alergi. Tapi gapapa ya, mudah-mudahan informasi ini berguna untuk ibu-ibu yang sedang bingung cari alternative susu untuk anaknya yang mengalami alergi. Semoga membantu ya bu J


Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In family

Investasi Berbasis Syariah yang Aman Untuk Keluarga

Tanpa disadari, lahan profesi baru seperti; social media marketing, content creator, key opinion leader, influencer, selebgram, blogger, ternyata cukup menjanjikan dan bisa dijadikan kesempatan sebagai satu cara untuk menambah pendapatan suatu keluarga. Aku ambil contoh dari rumah tangga aku sendiri. Semenjak pindah rumah, seperti yang pernah aku bahas di artikel sebelumnya, bahwa membangun rumah tangga mandiri itu tidak gampang. Butuh kerjasama yang kuat antara suami dan istri. Jujur, dari sisi finansial kami berjuang keras untuk memenuhi semua kebutuhan. Tidak pernah ada dalam rencanaku kalau ternyata aku bisa menghasilkan uang dari media social, dan blog. Jumlahnya tidak terlalu besar dibandingkan influencer atau selebgram besar di luar sana, tapi jumlah ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sekunder keluargaku. Sampai aku menyadari bahwasannya, aku tidak tahu sampai kapan profesi ini akan bertahan. Masih adakah perusahaan yang membutuhkan jasa blogger 3 atau 5 tahun kedepan? Dari pemikiran ini suami tidak bosan-bosan mengingatkan aku untuk nabung, nabung dan nabung untuk bekal masa depan.

Hingga saat ini aku masih suka menyisihkan sebagian uang dari penghasilan untuk ditabung di bank. Itu benar, terlebih lagi bank juga memberikan bunga beberapa persen yang dapat menambah jumlah uang kita dalam tabungan.
Namun, tahukah kamu, bahwa nilai uang saat ini dan di masa yang akan datang akan berbeda, dan cenderung akan berkurang. Hal ini merupakan teori dari time value of money­, yang artinya nilai uang (rupiah) pada saat ini akan lebih berharga dari pada nilai uang di masa yang akan datang. Contohnya, jika saat ini kita menabung sebesar Rp 1 juta dan dapat membeli 10 potong baju, mungkin dalam kurun waktu sepuluh tahun dari sekarang, dengan uang uang yang sama hanya dapat membeli baju sebanyak 7 potong.
Pada umumnya, orang-orang tidak menyadari adanya perubahan nilai uang seperti itu. Sebabnya adalah peningkatan harga untuk barang yang sama umumnya meningkat secara sedikit demi sedikit, sehingga kita tidak merasakan adanya perbedaan yang nyata antara harga barang saat zaman dulu dan sekarang. Adanya peningkatan harga-harga ini juga disebabkan oleh adanya inflasi.

Nah, bagaimana cara melawan inflasi ini? Caranya adalah dengan berinvestasi. Kata investasi bagi orang awam seperti aku konotasinya cenderung negatif ya, takut perusahaannya bangkrut, korup atau memang investasi bodong aja gitu seperti yang banyak kita baca atau dengar di berbagai media.

Beberapa bulan terakhir aku dan suami rajin menggali informasi mengenai investasi yang sehat dan sesuai syariat agama. Akhirnya kami menemukan investasi yanag cocok untuk keluarga kami yaitu Sukuk Tabungan seri ST-002. Sukuk Tabungan adalah salah satu Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebagai instrumen investasi berbasis syariah yang diterbitkan oleh Pemerintah melalui Kemenkeu RI, ditujukan bagi investor individu Warga Negara Indonesia (WNI) dan merupakan instrumen syariah Pemerintah pertama yang dijual dengan mekanisme online. Berdasarkan prinsip syariah, investasi masyarakat melalui Sukuk Tabungan seri ST-002 akan dialokasikan untuk memberdayakan perekonomian syariah serta mendukung pembangunan nasional.

Kami sangat antusias dengan masa penawaran Sukuk Tabungan seri ST-002 yang merupakan instrument investasi berbasis syariah online pertama yang diterbitkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia (@kemenkeuri). Tahun ini, investasi masyarakat melalui ST-002 akan dialokasikan untuk mendukung pembangunan infrastruktur nasional yang menjadi investasi untuk merekat jalinan kebangsaan menuju bangsa yang mandiri. Selain itu, ST-002 juga mengajak para investor untuk #JadiLebihBijak mengelola keuangan dengan berinvestasi secara/dengan mekanisme syariah. 
Karakteristiknya sebagai berikut:
  • Untuk individu Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Pengelolaan investasi dengan prinsip syariah.
  • Pemesanan mulai dari Rp 1 juta, siapa pun bisa berinvestasi.
  • Tingkat imbalan 8,30% p.a. mengambang dengan imbalan minimal.
  • Tenor 2 tahun.
  • Ada fasilitas early redemption (pencairan sebelum jatuh tempo).
  • Tidak dapat diperdagangkan/dialihkan.
Keuntungannya: 
  • Pokok dan imbalan dijamin oleh negara.
  • Tingkat imbalan 8,30% p.a., lebih tinggi dari rata-rata tingkat deposito bank BUMN.
  • Imbalan mengambang mengikuti BI 7-Day Reverse Repo Rate dengan jaminan imbalan minimal (floor).
  • Imbalan dibayar tiap bulan.
  • Early redemption tanpa dikenakan redemption cost oleh pemerintah.
  • Kemudahan akses transaksi melalui Sistem Elektronik (online) dari 11 Mitra Distribusi Penjualan, investor bisa memilih sesuai preferensi. 11 MiDis tersebut adalah: Investree, Bareksa, tanamduit, Permata Bank, Trimegah, BNI, Bank BTN, Bank Mandiri, BCA, BRI, dan Modalku.
  • Mendukung pembiayaan pembangunan nasional.
  • Akses investasi sesuai prinsip syariah.

Dengan adanya 11 Mitra Distribusi Penjualan, kita bisa berinvestasi ST-002 sesuai preferensi yang kita punya, apakah lewat bank umum, perusahaan efek, perusahaan efek khusus, maupun perusahaan financial technology (fintech).

Jadi ibu-ibu, yuk kita diskusi dengan suami dan ajak raih manfaat mudah berinvestasi dengan berinvestasi Sukuk Tabungan seri ST-002 karena aman, terjangkau, 100% online, dan sesuai prinsip syariah. Untuk informasi lebih lanjut, teman-teman dapat mengunjungi https://www.kemenkeu.go.id/sukuktabungan.










Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments